Jepang kembangkan Rumah Bertenaga Baterai PDF Print E-mail
Sunday, 18 July 2010 05:13
rumah-baterai
09/07/2010

Jepang kini tengah mengembangkan rumah bertenaga baterai. Rumah yang ramah lingkungan ini menurut rencana mulai bisa digunakan awal tahun depan. Adalah Daiwa House Industri yang mengembangkan rumah yang memang dirancang untuk membantu penduduk mengurangi biaya listrik dan emisi karbon dioksida.

Rumah itu dilengkapi dengan baterei setinggi satu meter yang bisa menyimpan energi surya untuk keperluan selama kurang lebih 15 jam. Dengan begitu, jaringan listrik yang disediakan dapat digunakan pada malam hari saat biaya listrik mendapat diskon.

Pembuat rumah memilih baterai lithium-ion berkapasitas tinggi karena dapat digunakan semaksimal mungkin di rumah. Baterai tersebut juga bisa digunakan untuk komputer pribadi dan kendaraan listrik.

Manajer Perusahaan Daiwa House, Yoshinori Saeki mengatakan bahwa teknologi terbaru memungkinkan rumah tidak hanya dibuat untuk menghasilkan listrik, tetapi juga untuk menyimpannya. Dia mengatakan bahwa teknologi ini penting dalam mewujudkan tujuan perusahaan untuk membuat rumah yang mandiri dalam hal penggunaan listrik.

Rumah baru yang dilengkapi dengan baterei ini akan ditampilkan untuk umum pada Sabtu (10/7), dalam pameran rumah di Kota Kasukabe dan Nagoya. Penggunaan baterai rumah juga sedang dikembangkan oleh Sekisui House dan sebuah perusahaan gas.

Sumber: Liputan6

 

Getting Started

Perhimpunan ini dideklarasikan di Jakarta pada tanggal 5 Juni 2004, bertepatan dengan hari lingkungan hidup dunia, dilaunching pada tanggal 19 Februari 2005 di hotel Hilton Jakarta, dan menyelenggarakan Musyawarah Nasional pertama kali (Munas I)
pada tanggal 24 November 2007 di Jakarta.

Features

Perhimpunan ini didedikasikan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Perhimpunan akan mendorong upaya pemahaman terhadap sosio-kultural dan geo-ekologis Indonesia guna berkembangnya pengetahuan berbasis ke-Indonesia-an. Anggota perhimpunan berasal dari berbagai kalangan yang peduli pada lingkungan hidup, antara lain para akademisi, praktisi, pemerintahan dan penggiat masalah lingkungan.