| Sejarah Perwaku |
|
|
|
| Tuesday, 21 July 2009 10:15 |
|
Berawal dari kegelisahan tentang keterpurukan Indonesia dan kegamangan dalam menjawab tantangan zaman, dipelopori oleh Prof. Dr. Emil Salim dan Prof. Koesnadi Harjosoemantri (Alm) bersama 25 ahli lingkungan mendeklarasikan Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia, pada tanggal 5 Juni 2004 di Jakarta, bertepatan dengan hari lingkungan hidup dunia. Ide awal wadah perhimpunan ini dilontarkan oleh Dr. Ir. M. Hasroel Thayib, APU pada bulan Mei 2004. Pada mulanya Bapak Hasroel (yang terkenal dengan sebutan Bapak Sukun) melontarkan dikelas ketika beliau mengajar di S-2 Program Studi Ilmu Lingkungan (PSIL) Program Pascasarjana Universitas indonesia. Gagasan itu juga sempat disampaikan kepada beberapa orang Ilmuwan Lingkungan dan juga pengambil keputusan, namun ide dan gagasan itu tidak juga terlaksana. Akhirnya Pada tanggal 19 Februari 2005 Perwaku diluncurkan di hotel Hilton Jakarta. Setelah proses peluncuran tersebut maka muncul rencana untuk menyelenggarakan seminar ilmiah dan musyawarah nasional pertama Perwaku. 24 November 2007 adalah hari yang bersejarah bagi keberlanjutan Perwaku. Pada saat itu dilaksanakan Seminar Ilmiah dan Musyawarah Nasional I (Munas I) Perwaku dengan tiga pembicara yaitu Prof. Tjandra Setiadi,PhD (ITB), Prof.Dr.S.Budhisantoso (UI) dan Dr.Sri Adiningsih,MSc (UGM) serta Moderator Dr.Ir.Setyo S.Moersidik, DEA (PSIL UI). Dalam Munas ditetapkan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Garis-garis Besar Haluan Kerja Organisasi (GBHKO), Ir. Yennel S. Suzia, MSi sebaga Ketua Umum dan Drs. Herdianto W. K, MSi sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Prof. Dr. Emil Salim sebagai Ketua Dewan Kehormatan, dan Dr. Ir. M. Hasroel Thayib, APU sebagai Ketua Dewan Pakar Perwaku. Perhimpunan ini didedikasikan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Perhimpunan akan mendorong upaya pemahaman terhadap sosio-kultural dan geo-ekologis Indonesia guna berkembangnya pengetahuan berbasis ke-Indonesia-an. Anggota perhimpunan berasal dari berbagai kalangan yang peduli pada lingkungan hidup, antara lain para akademisi, praktisi, pemerintahan dan penggiat masalah lingkungan. |